5 Karakteristik Desain Coastal
Ada beberapa macam desain arsitektur yang sering kali dipersepsikan tema laut dan pantai, salah satunya desain coastal. Mungkin Anda berpikir bahwa desain coastal hanya cocok untuk rumah-rumah di dekat area pantai. Namun, tak selalu demikian. Desain coastal adalah tema arsitektur yang dapat diejawantahkan dalam sebuah rumah, tanpa melihat lokasinya. Anda tertarik dengan desain yang relaxing dan minimalis seperti di rumah liburan? Mungkin desain coastal bisa menjadi jawabannya!
Pertama-tama, mari kita pisahkan desain coastal, dari kembarannya, desain nautical. Berbeda dari coastal, gaya desain nautical lebih identik dengan warna biru dan aksen bentuk jangkar atau kerang di seluruh penjuru rumah. Sementara, gaya coastal lebih mengedepannya pencahayaan maksimal dengan menggunakan dominan warna putih dan earth tone, serta garis-garis alami, seperti pola perahu kayu.

Simak lima karakteristik desain coastal yang membedakannya dari desain nautical.
Pencahayaan Alami
Cahaya terang bak di pantai adalah elemen kunci dari desain coastal. Ruangan dalam desain coastal tidak terasa sempit dan gelap, tetapi bersih, luas, dan serba terang. Jendela minimalis yang besar, pintu kaca, dan skylight merupakan pilihan tepat untuk membantu mengoptimalkan masuknya cahaya matahari ke dalam rumah.
Gunakan Material Perabotan Alami
Gaya coastal dapat diwujudkan melalui pemilihan perabotan. Seperti yang sudah kita ketahui, hal-hal yang ‘terlalu’ identik dengan pantai seperti jangkar, kerang, tambang, kekayuan yang terlalu dominan lebih cocok masuk dalam desain nautical. Jika Anda menginginkan gaya coastal di rumah Anda, hindari aksen-aksen pantai yang klise. Pilihlah perabotan simpel dengan bahan-bahan alami, seperti rotan, seagrass, dan kayu-kayu dengan corak terang, atau dapat pula dicat dengan warna putih. Gaya coastal cocok dengan gaya hidup minimalis. Hindari penggunaan terlalu banyak perabotan yang tak perlu, dan juga penggunaan bahan metal dengan finishing yang terlalu mencolok.
Dominasi Warna Putih
Hal lain yang harus diperhatikan dalam desain coastal adalah penggunaan warna putih sebanyak mungkin. Ruangan akan nampak lebih luas dan rapi dengan warna putih, karena putih dapat memantulkan sinar matahari secara maksimal. Warna aksen biasanya diambil dari warna-warna netral yang lembut, seperti coral, beige, khaki, atau hijau muda lembut. Jika disukai, aksen warna biru gelap dan abu-abu juga dapat digunakan dengan tetap mengusung clean look.
Bahan Katun dan Linen
Bahan alami tidak hanya berlaku pada perabotan, tetapi juga pada pemilihan perlengkapan detail, seperti kain-kain yang digunakan sehari-hari. Untuk melengkapi desain coastal dengan lebih mendalam, Anda bisa memilih kain yang memiliki tekstur alami seperti linen dan katun. Tekstur dan warna netral dari linen dan katun dapat mempercantik ruangan dengan tetap mendukung desain coastal secata menyeluruh.
Ruang Terbuka
Nyaman, kasual, terbuka, dan natural. Empat karakteristik wajib pada desain coastal ini mengingatkan kita pada kenyamanan tinggal di daerah pinggir pantai yang menenangkan. Suasana liburan dan relaksasi biasanya dapat dirasakan pada rumah-rumah dengan desain coastal. Untuk membuat desain coastal lebih terasa, pilihlah open-floor plan yang menyatukan berbagai fungsi ruangan pada satu ruangan terbuka. Selain memaksimalkan pencahayaan, open-floor plan juga membuat rumah terasa lebih luas.